Dipintu terakhirpun
tidak mungkin
tidak karena jauhnya
hanya tidak mungkin
dan....
tiba-tiba aku bertanya
inikah cinta..?
mana tubuhmu..?
yang dirindu setiap lembar buluku
sejauh itukah atas langkahku
pesonamu tak membantu
mengapa dengan cinta ada
hanya penyesalan sebagai bukti
(des.78)
Kembali kelemahan itu telah mencapai titik kepasrahan, ada sikap pemberontakan dan perlawanan terhadap kenyataan. Ingin lari dari cinta yang telah mengukungnya selama ini............, tapi ia tahu bahwa ia tak pernah mungkin membawa cintanya keluar, melainkan membawanya masuk kedalam lubuk hati yang paling dalam, paling tak terdengar dan paling tak bisa dimengerti lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar