Dilangit awan merah
dengan gemuruh
hujan berlari di atap-atap rumah
ditangkai-tangkai pepohonan
hujan menyirami kasih sayang
yang kau tanamkan di taman hatiku
meskipun
isyarat-isyarat yang kau kirimkan
hanya jadi bukti, malam-malam sepi
Ditanah kering
rumput-tumput menarik lehernya
masih, digenggam keping-keping impian semalam
lalu ditaburnya benih kedalam jiwa lara
tanamanku
tak lagi berbunga harapan
walau aku sangat cinta..
ah aku menyintaimu kasih...
Dimalam hatimu
cita menjelma angin
semacam utai benang biru
kau kalungkan dileherku
aneh..., aku rindu
aku bernyanyi
merdu suaraku
dialam luas
ditanah-tanah terbuka
hujan jatuh bahagia
hanya ada gema suaraku
nyanyianku nan merdu
walau aku sangat cinta kepadamu
ah.., aku menyintaimu kasih
(Januari 1980)
Ia tahu walau betapapun ia menyintai gadis itu, ia tak kan pernah dapat memilikinya. Keterasingan dan kesendiriannya yang hanya padat dengan pergulatan kata hati dalam jiwanya, ia tak lagi menggapai harapan, hanya sunyi yang dapat ia ceritakan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar