Rabu, 03 Juni 2009

TEMBANG MALAM

Dilangit awan merah

dengan gemuruh

hujan berlari di atap-atap rumah

ditangkai-tangkai pepohonan

hujan menyirami kasih sayang

yang kau tanamkan di taman hatiku

meskipun

isyarat-isyarat yang kau kirimkan

hanya jadi bukti, malam-malam sepi

Ditanah kering

rumput-tumput menarik lehernya

masih, digenggam keping-keping impian semalam

lalu ditaburnya benih kedalam jiwa lara

tanamanku

tak lagi berbunga harapan

walau aku sangat cinta..

ah aku menyintaimu kasih...

Dimalam hatimu

cita menjelma angin

semacam utai benang biru

kau kalungkan dileherku

aneh..., aku rindu

aku bernyanyi

merdu suaraku

dialam luas

ditanah-tanah terbuka

hujan jatuh bahagia

hanya ada gema suaraku

nyanyianku nan merdu

walau aku sangat cinta kepadamu

ah.., aku menyintaimu kasih

(Januari 1980)

Ia tahu walau betapapun ia menyintai gadis itu, ia tak kan pernah dapat memilikinya. Keterasingan dan kesendiriannya yang hanya padat dengan pergulatan kata hati dalam jiwanya, ia tak lagi menggapai harapan, hanya sunyi yang dapat ia ceritakan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar