Senin, 08 Juni 2009

TAK BOSAN SEGALA SEPI

Matahari telah terjun kedalam pelukan malam
bak seorang pencuri menghilang di kegelapan
alampun menjelma hitam
unggas, angin dan mergasatwa
masuk keperaduannya
bintang-bintang beredar dalam pusingan malam
bertebaran dalam bingkai tak bertepi
berkelip-kelip cahanya bak permata
menghiasi keindahan lukisan sang ratu malam

Dari angin yang datang dingin kini
dari sepi bumi alam begini
dari kerinduan yang tiba-tiba datang mencekam,
dari bayang-bayang sebuah wajah
kuhela kantuk dari mata puspita
tuk mereguk nikmat dalam sunyi
menyejuki taman sari hatiku
yang resah
oleh hidup yang luput dari duga dan harap
Direnyuh cita rasa nan indah
dalam khayal
ku dekap erat sebuah bayang
hilang merasuk kalbu semakin dalam
tapi, rinduku bersemi tanpa rupa
bergelora dalam buta
Aku cinta..!
dan aku dibuai rasa
mengalir lembut, sejuk dan nyaman di dada
tanpa warna.....
Ah......cintaku tak pernah ada
cintaku sepi dari rasa
cintaku hanya sebuah puisi jiwa belaka
Kau tak pernah datang menjenguk cintaku, kasihku
memberinya sedikit tenaga
dan membiarkan tenaga itu menghempas kegelapan yang menyelubunginya
Kau tampakkan cintamu dibalik tembok asing
menjadikan dirimu seanggun dewi
tapi..., banggaku menjelmakan dirimu dalam khayal
menemaniku setia
tanpa rasa, tanpa warna
sedamai tengah malam ini
(18.04.79)

Ia mulai menimati kesendiriannya dengan cinta yang penuh didadanya, ia rela untuk tak memiliki, sekalipun ia yakini si gadis itu adalah sumber kekuatan hidupnya. Ia hanya ingin agar gadis itu lepas dari cinta kepada dirinya, itulah kebahagiaan yang ingin ia berikan kepada sang gadis. Ia tak peduli tentang rindu dirinya kepada sang gadis, ia cukup dengan angan dan khayalnya, ia bangga karena ia pernah mecintai si gadis itu......!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar