Ketika tangan lembutmu , membuka tirai pagi
kegelapan malam terusir senyummu nan cerah
dan doa-doa yang sembunyi ditengah-tengah sepinya
kini menampakkan diri pada butir-butir embun
udara pagi yang segar
kebersihannya adalah obat segala duka
Selamat pagi Tuhanku..
mimpi-mimpi semalam
matahari dan bulan adalah perhitungan
yang mencatat waktu di garis kenangan
bagi kehidupan yang kau janjikan
Selamat pagi kasihku,
kicau burung di dahan mangga
adalah berita hati
seseorang menerima karuaniamu...
bagi cerita yang kan datang
Selamat pagi aku...
candangkanlah cita-cita mu
tanahmu adalah ladang padi
yang kan tersunting oleh angin didadamu
bagi bahagia yang kau dambakan
( 10 oktober 79)
Nyatanya ia hanya pandai bicara pada dirinya sendiri , peristiwanya persis seperti yang sudah-sudah, ia segera terdorong untuk bangkit menggapai si gadis, namun hasilnya ia kembali tak sampai seperti adanya ketiadaan, itulah cintanya pada sang gadis. Ketika tangan lembut si gadis menyentuh hatinya, ia terbangun dari tidur nyenyaknya dan ketika ia mengerti tentang pagi, tak ditemuinya si gadis ada disisinya....
.....................................*)
Pagi berkabutkan sepi
hawanya yang dingin
menghujam keseluruh tubuh
adalah kekerapan dari ketidak berdayaan
Pijar cahaya melintas
liwat kejauhan jarak
aku, makin diam tersangkut lara
sajak ku dari jiwa gelisah
membelah langit
mencari arti, makna tersirat
tapi..., kau tetap tak terpecahkan
(15 Oktober 1979)
Puisi tanpa judul, atau tak sanggup lagikah ia menangkap kata yang bisa mengungkap ketakberdayaannya. Setiap kali kegagalan membawa diri semakin jauh kedalam, cinta semakin terpendam jauh di lubuk hati, tak kuasa lagi menahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar