Rabu, 03 Juni 2009

SELAMAT PAGI

Ketika tangan lembutmu , membuka tirai pagi

kegelapan malam terusir senyummu nan cerah

dan doa-doa yang sembunyi ditengah-tengah sepinya

kini menampakkan diri pada butir-butir embun

udara pagi yang segar

kebersihannya adalah obat segala duka

Selamat pagi Tuhanku..

mimpi-mimpi semalam

matahari dan bulan adalah perhitungan

yang mencatat waktu di garis kenangan

bagi kehidupan yang kau janjikan

Selamat pagi kasihku,

kicau burung di dahan mangga

adalah berita hati

seseorang menerima karuaniamu...

bagi cerita yang kan datang

Selamat pagi aku...

candangkanlah cita-cita mu

tanahmu adalah ladang padi

yang kan tersunting oleh angin didadamu

bagi bahagia yang kau dambakan

( 10 oktober 79)

Nyatanya ia hanya pandai bicara pada dirinya sendiri , peristiwanya persis seperti yang sudah-sudah, ia segera terdorong untuk bangkit menggapai si gadis, namun hasilnya ia kembali tak sampai seperti adanya ketiadaan, itulah cintanya pada sang gadis. Ketika tangan lembut si gadis menyentuh hatinya, ia terbangun dari tidur nyenyaknya dan ketika ia mengerti tentang pagi, tak ditemuinya si gadis ada disisinya....

.....................................*)

Pagi berkabutkan sepi

hawanya yang dingin

menghujam keseluruh tubuh

adalah kekerapan dari ketidak berdayaan

Pijar cahaya melintas

liwat kejauhan jarak

aku, makin diam tersangkut lara

sajak ku dari jiwa gelisah

membelah langit

mencari arti, makna tersirat

tapi..., kau tetap tak terpecahkan

(15 Oktober 1979)

Puisi tanpa judul, atau tak sanggup lagikah ia menangkap kata yang bisa mengungkap ketakberdayaannya. Setiap kali kegagalan membawa diri semakin jauh kedalam, cinta semakin terpendam jauh di lubuk hati, tak kuasa lagi menahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar