Senin, 08 Juni 2009

SEBUAH CINTA SEKOLAH DASAR

Dikala angin menyentuhku perlahan
dan bunga-bunga menjadi duri yang menusuk perih sisa-sisa mimpi
anginpun datang kembali beku
air mataku mengembuni sebuah wajah
meniadakan kantuk dari mata luka
Wahai kau yang penaka apiku
panasmu membekukan kutub mimpiku
hingga tubuh ini berpeluh
dingin dan resah
Pesonamu makin tak terjangkau
begitu dingin merontokkan bunga-bungaku
hingga hidup ini berarti duka
atau mati dalam lupa
Seperti adanya ketiadaan
sebuah ciuman yang menghangatkan
dan sirna dipagi buta
sebelum nikmatnya kureguk habis
atau keseluruhan hidup adalah mimpi
dan terjaga malam ini
“inikah arti sebuah Cinta Sekolah Dasar”
( 21 Mar. 79)

Akhirnya sebuah pengakuan tulus digambarkan dalam puisi pendek yang manis ini, ia bak seorang kanak-kanak yang sedang merindu kasih sayang atau orang yang sedang bermimpi indah dan sirna di pagi hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar