Liwat celah rambutmu yang hitam
kubuka hari-hari dengan harapan yang berbunga-bunga
indah dan megah
membawaku terlena dalam peluk asmara
langit bertabur bintang
mirip wajahmu yang cantik cemerlang
dan bila ada angin datang mengusap wajahku
membuka jendela kamar-kamar mimpiku
seperti senyum yang sering kau lemparkan kepadaku
maka tahulah aku
sebagian hidupku telah kuserahkan untukmu
Aku cinta kepadamu
sebelum aku mengerti, apa yang dapat kuperbuat,
buat itu
dan hari demi hari berlalu
matahari membuka dan menutup hari
seperti angin menyentuh tubuh
seperti cinta membentuk peristiwa-peristiwa
dalam putaran masa yang berjalan
namun, yang bisa terlukis , hanya sebuah kisah yang tak sudah
memahat ukiran yang tak selesai di jiwa
goresan-goresan samar
dari cinta yang tak sampai
seperti mega hitam menutup langit
cinta setia, harapan dan mimpi indah
kini terjerembab kelembah yang jauh dan dalam
tak teraba, gelap dan kosong
hanya kesepian membuka keluasannya
yang tak bertepi...
dan dendam...
(tanpa tanggal))
yah... ia semakin jauh, semakin tak dikenal dan semakin asing........... juga bagi dirinya sendiri....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar