Rabu, 03 Juni 2009

SAJAK TANPA NAMA

Liwat celah rambutmu yang hitam

kubuka hari-hari dengan harapan yang berbunga-bunga

indah dan megah

membawaku terlena dalam peluk asmara

langit bertabur bintang

mirip wajahmu yang cantik cemerlang

dan bila ada angin datang mengusap wajahku

membuka jendela kamar-kamar mimpiku

seperti senyum yang sering kau lemparkan kepadaku

maka tahulah aku

sebagian hidupku telah kuserahkan untukmu

Aku cinta kepadamu

sebelum aku mengerti, apa yang dapat kuperbuat,

buat itu

dan hari demi hari berlalu

matahari membuka dan menutup hari

seperti angin menyentuh tubuh

seperti cinta membentuk peristiwa-peristiwa

dalam putaran masa yang berjalan

namun, yang bisa terlukis , hanya sebuah kisah yang tak sudah

memahat ukiran yang tak selesai di jiwa

goresan-goresan samar

dari cinta yang tak sampai

seperti mega hitam menutup langit

cinta setia, harapan dan mimpi indah

kini terjerembab kelembah yang jauh dan dalam

tak teraba, gelap dan kosong

hanya kesepian membuka keluasannya

yang tak bertepi...

dan dendam...

(tanpa tanggal))

yah... ia semakin jauh, semakin tak dikenal dan semakin asing........... juga bagi dirinya sendiri....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar