Rabu, 03 Juni 2009

MALAM DI LAUT

Jerat malam

mengungkap suasana bathin

bulan berkaca

di laut jawa yang hitam

sambil menghitung lembar demi lembar kenangan

dan beban kata yang tak terucapkan

Di pantai pasir terukir

berapa kali badai melanda

aku yang berkayuh dalam kegelapan

tergulung ombak demi ombak

dan terdampar

ah...

angin terlalu cepat membawaku kemari

Jangan lagi menggugat laut

yang jelmakan duka hitam

pada nyiur

tersimpan nyanyian purba

padamkan duka nan luka

masih jauh fajar kembali

(Januari 1980)

Ia tidak lagi menyalahkan siapa-siapa, bahkan dirinya sendiri, ia ingin menikmati hidup dengan caranya sendiri, ia telah akrab dengan duka dan luka hingga tak terasa perih lagi. Bahkan ia akan memandang apa yang ia bisa lihat dan merasakan apa yang ia dapat nikmati, ia punya sesuatu kekuatan yang kini diyakini terpendam dalam lubuk jiwanya yang paling dalam, entah kapan ........., suatu saat ia akan menjadi dirinya sendiri bak mentari pagi menyongsong hari.....keluar dari kegelapan malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar