Api cinta yang membara
tertutup salju dipuncaknya
hingga tampak dingin dan beku
sedang kesadaran berada dipuncaknya
Deburan keras menerpa tepi karang
hembusan angin terbentur gunung angkuh
berulang kali kesalahan
tertunduk menatap lemah diri
Datang-datanglah petaka itu
sebelum badan ini susut menanti datangmu
hidup.., tak indah oleh gairah palsu
namun kekerapan derita adalah bahagia juga
(14 Jan.79)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar