Senin, 08 Juni 2009

KITA SAMA SETUJU MELEPAS PALSU DAN RAGU

Ini bukan keanehan
atau kebetulan
jika baru dijumpa ini
kita sampai kesitu
ada kata tak lepas
megikat mata dan senyum
ada rasa trak mati
membuntuti hati
ini bukan puisi rengekan
karena kata tak pernah sampai
atau karena kau tahu hati tuaku
aku hanya teringat
waktu hati-hati kita berpelukan
dalam genggaman tangan yang meremas-remas
saat itu baru ku tahu
kita sama setuju melepas palsu dan ragu
(Mei 1979)

Ia masih menggambarkan suasana hati Saat-saat kebersamaan dirinya dengan si kecil dari Palembang, ia masih tetap mengenangnya, ah... betapa indahnya hidup, betapa bergairahnya ia, tapi apakah kenyataan itu kelak dapat memalingkan hatinya kepada Gadis pujaan hatinya itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar