Kau adalah mentari
gunung-gunung hijau dan malam-malam yang dingin
kau adalah lautan
gelombang dan pantai tempat pelabuhan mimpi-mimpiku
Pernahkah terlintas dalam pikiranmu
kita akan tak saling menyapa ..?
tak terdapat sungai antara hati kita
untuk mengalirkan kata
dan....,
tak ada kata yang benar dapat kulukiskan
angin, waktu dan sepi
kecewa dan dendam, cinta
dan burung-burung camar yang menjerit sepi
adakah tanya...adakah jawab
(mei 1979)
Ia masih bicara tentang si gadis pujaan hatinya dan nampaknya ia ingin mengusir sepi dan berlari dari perasaan kesangsian kemampuan diri menghadapi kenyataan cintanya kepada si gadis. Tetapi Ia ingin mendapatkan si gadis dengan cara yang membanggakan......, si gadis pujaan yang cintanya tak lekang kena panas dan tak susut kena hujan....... Namun bagaimana dengan si mungil dari Palembang.....? Pada diri si gadis kecil mungil itulah ia temukan apa yang dia inginkan......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar