Masih disini,
aku biasa sembunyi
dan selalu saja, tambah akrab, tambah tau
kepada tembok-tembok disini
aku biasa bercerita
dan dengan aman aku ungkap rahasia,
duka dan tangis yang aku sembunyikan
Sebuah kursi rotan, sebuah meja dan tongkat tua
aku tersadar
tapi menyenangkan untuk dikenang
sebab akhirnya ...., satu demi satu
berpuluh kesedihan ,kukalahkan
tertidur nyenyak
dan bermimpi tentang hari depan yang tak pasti
(agustus 1979)
Ia semakin tak peduli, akankah cintanya itu bersemi atau ia akan layu sebelum berkembang, ia bahkan tak pernah membayangkan yang lain kecuali bahwa ia cinta......., ia hanya jatuh cinta itu saja......!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar