Rabu, 03 Juni 2009

KAMAR

Masih disini,

aku biasa sembunyi

dan selalu saja, tambah akrab, tambah tau

kepada tembok-tembok disini

aku biasa bercerita

dan dengan aman aku ungkap rahasia,

duka dan tangis yang aku sembunyikan

Sebuah kursi rotan, sebuah meja dan tongkat tua

aku tersadar

tapi menyenangkan untuk dikenang

sebab akhirnya ...., satu demi satu

berpuluh kesedihan ,kukalahkan

tertidur nyenyak

dan bermimpi tentang hari depan yang tak pasti

(agustus 1979)

Ia semakin tak peduli, akankah cintanya itu bersemi atau ia akan layu sebelum berkembang, ia bahkan tak pernah membayangkan yang lain kecuali bahwa ia cinta......., ia hanya jatuh cinta itu saja......!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar