Senin, 08 Juni 2009

DOA PENYAIR MUDA

Lembut rona mentari pagi mu
menyentuh kulit di dada tak’jub
Tuhan ku....,
Allah Yang Maha Indah
berilah aku sepercik cahayamu
pelita dilubuk kalbuku
kan ku tabuh cinta
hinggar binggar di bingkai kata
mencumbu iman
mereguk nikmatmu
bahagia.....(april 1979)

Akhir pelariannya sampai kepada kerinduannya terhadap sang Khalik, maka setelah iapun berusaha menekan keinginan cintanya yang tak terjawab itu, iapun bermimpi menjadi seorang penyair atau bahkan mencoba memandang hidup dari sisi iman. memperhatikan fenomena alam sekitarnya dalam menghadapi kenyataan dan mengembalikan perasaan gundah gulananya dalam menghadapi kenyataan cintanya yang tak pernah sampai itu kepada kerinduanya kepada langit. Ia kini mulai memandang dunia diluar dirinya, yang digambarkan pada sosok Puisi Langit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar