Rabu, 03 Juni 2009

“ Berbongkah Sepi II “

blogcu.com/yinebiirgulnihal

Pemisahan ini dilakukan untuk menjelaskan bahwa setelah ia pernah mencoba berlari dari diri si gadis dan mencoba melupakannya dengan memilih gadis lain yaitu si kecil dari palembang, namun kemudian akhirnya ia sadar betul bahwa tak mungkin hal itu dapat ia lakukan. Ia kembali pada cintanya dengan satu kepastian, bahwa ia hanya punya cinta itu saja, sebuah cinta yang sungguh-sungguh, indah dan teramat agungnya. Ia tak peduli akankah si gadis mau menerimanya atau menolaknya............, ia siap menerima apapun akhirnya itu

Ini adalah Sajak-sajak tentang Cinta yang tak pernah terselesaikan. Disampaikan oleh seseorang yang katanya mau jadi penyair :

Tapi, sajak-sajak ku

bukan sajak murahan

seperti yang ada dikoram-koran

dibaca orang

dan jadi barang loakan

Sajak-sajak ku hanya untuk istriku

yang tak pernah baca sajak di koran-koran

juga yang tak pernah mau baca sajak-sajak ku

Sajak-sajak ku adalah sajak yang paling benar

atau yang paling berhasil sebagai sajak

itu kataku

sebab istriku tak pernah mau menjadi istriku

apalagi sebagai pacar

Padahal sajak-sajak ku

adalah sajak-sajak cinta

yang paling jujur dan paling setia

Tapi

Sajak-sajak ku toh....

Tetap sebagai sajak

kalau bukan

bukankah aku gagal jadi penyair

padahal aku adalah penyair

tapi..,

toh.... tak perlu orang lain tahu

kalau istriku juga tidak tahu

(tanpa tanggal)

Akan kemanakah puisi cintanya itu ia bawa, sepertinya ia yakin suatu saat entah kapan..., ia akan bersama dengan sang gadis pujaannya, sepertinya tak ada lagi kekuatan yang dapat memisahkan dirinya dengan gadis pujaannya itu. Sedang hubungannya dengan si kecil dari Palembang nampaknya juga telah berakhir sejak ia menceritakan dalam surat-surat yang dikirimnya kepada si kecil itu tentang cintanya kepada si gadis pujaan hatinya dan kemudian dalam surat balasan si kecil dari Palembang, si kecil itu mendoakan agar kelak ia hidup bahagia dengan si gadis.

Cintanya telah besemi kokoh dan dalamnya tak kan ada lagi yang mampu mengusiknya....., Ia cinta..., ia rindu... ia sepi..., tapi ia mendapatkannya dari sinar mata si gadis. Maka ia hanya ingin agar gadis itu bahagia ....... tak peduli lagi, apapun ia akan berikan buat gadis pujaan hatinya itu. Ia tampak mulai tegar menghadapi kenyataan dirinya, ia sepertinya telah siap akan apa yang kemudian dihadapinya........,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar