Senin, 08 Juni 2009

“ Berbongkah Sepi I ” MALAM YANG SUNYI

Aku tak ingin pergi sekarang
Ketempat orang-orang berkumpul
Sekalipun katanya untuk bermaaf-maafan
Kurasa tidak
Ada sesuatu yang tak ingin kulihat lagi
Seperti yang kerap kudapati di pertemuan seperti itu
Saperti dalam pameran
Dia memang cantik hingga menarik
Mereka yang ada disana
ada yang datang, tersenyum dan menegurnya
Lantas dia berada ditengah-tengah mereka
(seperti yang dulu-dulu)
tetap acuh, bangga dan memikat
(tapi ku tahu dia tak pernah terpikat)
Sementara itu
aku membisu
(tapi tetap menolehnya)
Seharusnya aku berada disampingnya
dan menggenggam tangannya
namun tak pernah dapat
Malam ini aku tak mencobanya
Aku tak datang, tapi terasa membayang
Sunyi dan hampa
Hidup ini memang layak sunyi untukku
(akhir sep.78)

Ini adalah Puisi pertama, dibuat pada tanggal 30 september 1978. Secara pasti tak terdapat catatan kapan perasaan cinta itu mulai tumbuh, pernah membuat buku catatan harian, tapi buku pertama yang dibuat itu tidak ditemukan sampai asaat ini. Pada puisi pertama ini, menceritakan malam Halal bi Halal Karang Taruna di Kelurahan tempat tinggal penulis, ia sendiri tidak datang pada acara itu, tapi membuat puisi saat acara berlangsung, sebab seseorang gadis yang ia sukai hadir pada acara itu. Suasana dalam kesendiriannya itulah yang mendorong ia membuat sebuah puisi, kemudian setelahnya tak tercegah lagi dan tanpa disadari dorongan hatinya untuk membuat puisi-puisi selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar