Senin, 08 Juni 2009

ASMARA

Kau hisab tenagaku
kau buang aku ke lembah sepi
kau sisihkan aku dari kekasihku
kau bilang dia dewi yang suci, kini, kau rebut pula hidupku
kau ajak aku menyelam ditelagamu
bayangan mentari yang menari-nari didasar lautmu
menarikku berenang bersama ikan-ikan kecil
menyusuri gelapmu
di dasar mu tak kutemui apa-apa
kecuali bayanganku sendiri
dalam sepiku, kudekap kau erat-erat
keselusuri legak-legok tubuhmu
tak kutemui apa-apa, selain diriku sendiri
mana dewi ku...?
aku mau menangis , tapi aku pernah menangis
lantas aku menghitung-hitung...
hitung langkah....
hitung detik ......
tapi, oh Tuhan aku lupa lagi ...
mulai lagi
dan lupa kembali
gila
ada dimana aku
sekarang tahun keberapa...?
(Tanpa Tanggal)

Ia ingin menyalahkan asmara, asmaralah yang membuatnya seperti ini, ia mencoba memprotes, tapi tak lain ia hanya bicara tentang dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar